 |
Reformasi bahasa Rusia tahun 1917-1918
|
Perkembangan Aksara Kiril di Masa Kuno
Seperti yang
telah kita ketahui bahwa sejarah kemunculan aksara Kiril masih belum ada
kejelasan yang pasti. Ini karenakan oleh sedikitnya monumen atau
peninggalan sejarah lainnya yang berkaitan dengan awal mula penggunaan
aksara di Tanah Slavia. Meski para ilmuwan telah berusaha menawarkan
beberapa teori, namun seringkali teori satu dapat berlawanan dengan
teori lainnya. Namun pendapat umum mengatakan bahwa kemunculan aksara
yang digunakan oleh bangsa Slavia ini terjadi kira-kira pada abad X.
Dalam
buku berjudul "Kisah tentang Aksara Slavia" yang ditulis pada akhir
abad IX oleh Chernigorizets Hrabr, seorang penulis Bulgaria, terbukti
bahwa simbol-simbol huruf telah digunakan oleh bangsa Slavia bahkan di
era paganisme atau masa prakristen. Setelah masa kristenisasi dalam
teks-teks bahasa Rusia muncul huruf-huruf Yunani dan Latin, namun
huruf-huruf tersebut belum bisa secara akurat menyampaikan bunyi-bunyi
pelafalan bahasa Slavia (/б/, /ц/, /з/). Barulah melalui sistem bunyi
dan fonetik Slavia yang disusun Konstantin atau yang kemudian dikenal
sebagai Santo Kiril, serta dengan bantuan Santo Mefody, bunyi fonetik
bahasa Slavia bisa disampaikan seluruhnya dalam bentuk tulisan. Sistem
tulisan atau aksara tersebut pada awalnya diperlukan untuk menerjemahkan
buku-buku keagamaan dari Bizantium ke bahasa Slavia.
Dalam
penyusunan aksara tersebut, sistem alfabet Yunani digunakan sebagai
dasar utamanya. Pada tahun 863 disusunlah aksara Glagolitsa (penamaannya
diambil dari kata bahasa Slavia "глаголить", "говорить", yang artinya
'berbicara'). Beberapa peninggalan sejarah utama yang menjelaskan
tentang aksara Glagolitsa ini adalah "Sinayskiy plastyr'" (Mazmur
Sinai), "Kiyevskiye listki" (Misale Kiev) dan sejumlah Injil lainnya.
Sejarah
kemunculan dan penggunaan awal aksara Kiril atau Kirillitsa (dari nama
"Kiril" atau "Kirill") sendiri sebagai aksara kedua bangsa Slavia masih
belum jelas. Kebanyakan peneliti meyakini bahwa para pengikut atau murid
dari Kiril dan Mefody yang menciptakannya pada awal abad X. Mereka
juga menyusunnya berdasarkan sistem alfabet Yunani dengan menambahkan
sejumlah huruf dari aksara Glagolitsa. Pada aksara Kiril atau Kirillitsa
awal terdapat 43 huruf, yang mana 24 hurufnya merupakan pinjaman dari
aksara yang telah digunakan di Bizantium.
Prasasti tertanggal
tahun 893 di reruntuhan kuil Preslavsky, Bulgaria, dianggap sebagai
monumen tertua aksara Kiril. Selama beberapa abad, Kirillitsa dan
Glagolitsa masih terus digunakan secara paralel. Namun secara bertahap,
Kirillitsa yang dianggap lebih jelas dan sederhana menggantikan
penggunaan Glagolitsa di berbagai negeri Slavia, khususnya di Rusia,
Bulgaria dan Serbia. Sedangkan di beberapa paroki gereja Slavia-Katolik
di pantai Dalmatia, Glagolitsa terus digunakan.
Selama abad X-XIV bentuk tulisan Kiril yang digunakan disebut sebagai
"ustav" (устав) atau
"ustavnoye pis'mo" (уставное письмо).
Ustav
merupakan tulisan tangan dengan pola geometris sudut yang jelas dan
lugas, di mana huruf-hurufnya ditulis dalam garis, tidak miring, dengan
sejumlah elemen yang memanjang ke atas dan ke bawah, ukurannya besar dan
tidak ada spasi antar kata. Contoh penggunaan
ustav yang paling
utama adalah pada kitab "Injil Ostromir" (Остромирова евангелия) yang
ditulis oleh diakon Grigory pada tahun 1056-1057. Kitab tersebut
merupakan karya seni khas Slavia kuno sejati dan menjadi contoh klasik
dari penulisan pada masa itu. Selain itu ada pula peninggalan penting
lainnya, seperti "Izbornik" (Изборник) karya Knyaz' Svyatoslav
Yaroslavich, serta "Injil Arkhangelsk" (Архангельское евангелие).
 |
| Perbedaan ustav, poluustav dan skoropis' |
Dari bentuk ustav muncul kemudian bentuk penulisan Kirillitsa yang disebut "poluustav"
(полуустав) atau 'setengah ustav', yang mana penggunaannya tersebar
luas sejak pertengahan abad XIV. Bentuk hurufnya menyapu, lebih kecil,
dan memiliki bentuk memanjang ke atas dan ke bawah. Meski secara
estetika bentuknya tidak seindah ustav, tetapi
bentuk tulisan ini memungkinkan seseorang untuk dapat menulis lebih
cepat. Bentuk hurufnya miring, bentuk geometrinya tidak begitu terlihat,
rasio garis tebal dan tipisnya tidak lagi dipertahankan dan kata pada teks sudah ditulis terpisah. Pada poluustav digunakan sejumlah superskrip dan tanda baca lainnya. Bersama vyaz' (gaya penulisan sambung) dan skoropis' (gaya penulisan kursif), bentuk poluustav digunakan secara aktif pada abad XIV-XVIII. Namun sejak abad XV poluustav popularitasnya menurun dan perlahan tergantikan oleh skoropis'.
Kemunculan skoropis'
memiliki kaitan erat dengan peristiwa penyatuan Tanah Rus menjadi
negeri yang satu. Peristiwa tersebut membuat budaya Slavia dapat
berkembang lebih cepat. Seiring dengan kebutuhan masyarakat saat itu,
maka perlu dilakukan penyederhanaan penulisan aksara serta gaya
penulisan yang lebih nyaman. Skoropis' muncul pada abad XV.
Bentuknya bulat dan simetris, huruf-hurufnya sebagian terhubung satu
sama lain, membuat penggunanya dapat menulis lebih cepat. Garis lurus
dan garis lengkung dari hurufnya pun seimbang. Selain skoropis', jenis tulisan vyaz' juga tersebar luas bersama dengan popularitas skoropis'. Ciri khas penulisan vyaz' adalah penggunaan kombinasi huruf yang indah, disertai dengan banyak garis dekoratif. Vyaz' umumnya digunakan untuk penulisan judul dan untuk menyoroti kata-kata tertentu dalam teks.
 |
| Penulisan vyaz' yang ditulis dengan tinta merah |
Reformasi Alfabet Rusia
Jika pada abad XVI Tsar Ivan
Grozny mengenalkan dasar-dasar percetakan buku di Rusia, maka Tsar Pyotr
I membawa industri percetakan di Rusia menjadi setara dengan industri
percetakan Eropa. Kirillitsa tidak mengalami perkembangan yang berarti
dalam waktu yang cukup lama sampai adanya kebijakan reformasi alfabet
Rusia dari Pyotr I pada tahun 1710. Ia berupaya menerapkan nilai-nilai
Eropa di Rusia dalam segala bidang, termasuk ingin mengganti penggunaan
aksara Kiril dengan aksara Latin, tapi sayangnya hal ini tidak berhasil.
Namun bentuk penulisannya mengalami perubahan yang cukup berbeda dari
varian yang ada saat itu. Reformasi aksara di masa Pyotr I membuat
sejumlah huruf dibuang dari versi alfabet Rusia sebelumnya. Jumlah huruf
dalam alfabet Rusia yang baru lebih sedikit, lebih sederhana, namun
lebih mudah disesuaikan untuk kepentingan percetakan, seperti pembuatan
buku, surat kabar, serta dokumen untuk kepentingan sipil pada umumnya.
Karena itu aksara ini dikenal sebagai "гражданский шрифт" atau "aksara
sipil", dalam artian aksara ini dapat digunakan tak hanya untuk
kepentingan penulisan di lembaga gereja, tapi bisa digunakan secara luas
di masyarakat.
 |
| Reformasi alfabet Rusia di masa Pyotr I |
Sejak pertengahan abad XVIII hingga awal abad XX "aksara sipil" ini
terus mengalami perkembangan secara bertahap. Мenurut para ahli,
sejarah perubahan alfabet Rusia ini dapat dibagi menjadi tiga kategori:
1) perubahan komposisi huruf; 2) perubahan grafis huruf; 3) perubahan
ejaan. Adapun dalam hal perubahan komposisi huruf, aksara Rusia dibagi
lagi menjadi empat kelompok sesuai menurut sifat dan tujuannya. Salah
satu kelompok tersebut merupakan jenis huruf yang dipinjam dari alfabet
Yunani, tetapi sebenarnya tidak begitu diperlukan dalam tuturan bahasa
Slavia, termasuk tuturan bahasa Rusia. Seperti huruf "Ѱ" (psi), "Ѯ"
(ksi), "Ѡ" (omega), "Ѳ" (fita), "Ѵ" (izhitsa), serta huruf Kiril dengan
bunyi yang mirip, seperti "Ꙁ" (zemlya) dan "Ꙃ" (zelo) yang kemudian
dijadikan satu sebagai huruf "З" saja, serta "I" (i) dan "И" (izhe) yang
kemudian dijadikan satu menjadi "И" saja. Atas saran Karamzin,
penggunaan bunyi dengan dua huruf "io" perlu diubah dengan satu karakter
huruf saja, yaitu
"ё". Dalam perkembangannya, mulai populer penulisan gaya
"Yelizavetinsky" dengan ciri
khas yang ditulis rapat dan menetapkan bentuk huruf "б" yang lebih
modern seperti yang kita kenal sekarang.
 |
Karikatur yang menggambarkan penghapusan sejumlah huruf Rusia yang dihapuskan di masa Revolusi Rusia |
Pada tahun 1910 di penerbitan huruf Berthold dikembangkan sebuah
jenis huruf akademik yang menggabungkan elemen huruf Rusia abad ke-18
dengan alfabet Latin gaya Sorbonne. Penggunaan varian huruf Latin Rusia
ini kemudian menjadi tren tersendiri dan digunakan dalam percetakan buku
di Rusia hingga awal Revolusi Oktober.
Saat terjadi Revolusi Rusia pada tahun 1917, perubahan yang
terjadi di masyarakat tidak hanya pada level struktur sosial saja, tapi
juga pada alfabet Rusia. Selama tahun 1917-1918 dilakukan reformasi
besar-besaran terhadap ejaan bahasa Rusia dan kembali terjadi
penghapusan sejumlah huruf alfabet Rusia, seperti khususnya huruf "Θ"
(fita), "Ѣ" (yat'), "i", dan penggunaan "Ъ" (tvyordiy znak/tanda
pengeras bunyi) di akhir kata. Pada tahun 1938 dibuat laboratorium huruf
di Uni Soviet yang kemudian menjadi Departemen Huruf Baru sebagai
bagian dari Institut Penelitian Mesin Cetak (Poligraf). Sejumlah seniman
Soviet, seperti G. Bannikov, H. Kydryashov dan E. Glushchenko membuat
jenis-jenis huruf Rusia di departemen ini. Di tempat ini pula jenis
huruf yang digunakan untuk penulisan berita di surat kabar Izvestia dan
Pravda dikembangkan.
Di masa sekarang ini pentingnya jenis huruf
Rusia yang digunakan tidak lagi diperdebatkan. Para seniman dan desainer
secara aktif menggunakan pengalaman tipografi masyarakat selama
berabad-abad untuk membuat jenis huruf yang baru agar lebih mudah dibaca
dan dapat digunakan secara terampil untuk keperluan desain.
Sumber Bacaan:
Tekstologia.ru: Иcтopия пpoиcxoждeния и paзвития киpиллицы
Studwood.ru: Развитие кириллицы